KILASPERS.COM (Gorontalo) – Istri Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Ny. Alia Jumhur Hidayat, mengapresiasi keindahan sulaman Karawo sebagai kerajinan khas Gorontalo, yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan dan dilestarikan oleh generasi muda.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan peninjauan pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sosialisasi makanan bergizi pencegah stunting, serta peninjauan sulaman Karawo, bersama SERUNI Kabinet Merah Putih (Solidaritas Perempuan untuk Indonesia), Selasa (13/10/2026), di Gedung Grand Palace Convention Center (GPCC), Kota Gorontalo. Kunjungan ini dipimpin oleh istri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Selvi Gibran.
Alia mengaku tertarik dengan sulaman Karawo, termasuk aksesori bros yang ia dapatkan. Menurutnya, kerajinan tersebut memiliki daya tarik tersendiri dan dapat dikembangkan, melalui berbagai desain yang mengangkat identitas serta kearifan lokal daerah Gorontalo.
Ia juga melihat Karawo tidak hanya sebagai produk kerajinan bernilai budaya dan ekonomi, tetapi juga sebagai aktivitas positif bagi perempuan. Kegiatan menyulam dapat menjadi sarana mengisi waktu luang, menenangkan pikiran, sekaligus membantu seseorang kembali mengenali dirinya.
“Bisa sambil membudayakan, sekaligus sebagai coping mechanism bagi orang-orang untuk kembali kepada dirinya, bisa melalui pembuatan Karawo ini,” ungkap Alia saat diwawancarai disela-sela kegiatan.
Alia pun berpesan kepada generasi muda, agar terus membudayakan dan mengembangkan kerajinan khas daerah. Ia juga mengajak para ibu untuk tidak segan mengajarkan keterampilan menyulam kepada anak-anak muda, agar warisan budaya tersebut tetap berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya.
“Untuk anak-anak mudanya, teruslah membudayakan kerajinan dan kearifan lokal dari Gorontalo. Kemudian, untuk ibu-ibunya, jangan segan-segan dan jangan malas untuk mengajarkan kepada anak-anak mudanya, biar mereka ada penyambung generasinya,” pesannya.
Selain mengapresiasi Karawo, Alia juga memberikan perhatian terhadap sosialisasi makanan bergizi bagi balita dan ibu hamil, sebagai upaya pencegahan stunting. Ia menilai, kegiatan tersebut sangat positif karena mengedepankan pemanfaatan bahan pangan lokal, yang selaras dengan kearifan masyarakat setempat.
Menurutnya, pemanfaatan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan balita, merupakan langkah baik yang perlu terus didorong dalam mendukung pencegahan stunting. (Adv)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.