Daerah

Pemkot Gorontalo Gelar Silaturahmi Kelurahan 2027 untuk Serap Aspirasi Warga

Pemkot Gorontalo Gelar Silaturahmi Kelurahan 2027 untuk Serap Aspirasi Warga

– Pemerintah Kota Gorontalo memastikan akan menggelar kembali program silaturahmi kelurahan pada tahun 2027 yang akan menjangkau seluruh 50 kelurahan di wilayah tersebut. Program ini dirancang sebagai wadah komunikasi dua arah antara pemerintah daerah dengan warga untuk menampung aspirasi sekaligus memaparkan capaian pembangunan yang telah dilakukan.

Jeffry Rumampuk, Juru Bicara Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea, menyatakan bahwa kegiatan silaturahmi kelurahan akan terus dijalankan demi menjaga keterbukaan dan keberlanjutan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Pemerintah dapat menyampaikan program dan kinerja yang sedang berjalan, sementara masyarakat memiliki kesempatan menyampaikan aspirasi serta persoalan yang mereka hadapi. Karena itu, agenda ini akan dilanjutkan pada 2027,” ujar Jeffry.

Dia menekankan pentingnya komunikasi langsung agar pembangunan tidak semata-mata berpedoman pada rencana pemerintah, melainkan juga mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Dengan dialog langsung, pemerintah dapat memperoleh gambaran akurat mengenai kondisi dan harapan warga.

Tindak Lanjut Aspirasi Harus Terstruktur

Menurut Jeffry, pelaksanaan silaturahmi kelurahan harus disertai dengan mekanisme tindak lanjut yang terstruktur. Setiap masukan dari warga wajib dicatat, diverifikasi, kemudian dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki kewenangan sesuai bidangnya.

“Persoalan infrastruktur, kebersihan lingkungan, pelayanan administrasi, dan bantuan sosial memerlukan penanganan berbeda, tergantung tingkat urgensi, kondisi lapangan, dan ketersediaan anggaran. Aspirasi yang bisa diselesaikan lewat perbaikan layanan perlu segera dikoordinasikan,” kata Jeffry.

Ia menambahkan, masalah yang memerlukan kajian teknis, perencanaan lebih lanjut, atau alokasi anggaran khusus akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku. Hal terpenting bukan sekadar banyaknya pertemuan yang digelar, tetapi bagaimana setiap aspirasi mendapat perhatian dan penanganan yang tepat.

Transparansi dan Evaluasi Berkelanjutan

Jeffry juga menyoroti pentingnya transparansi dalam menyampaikan perkembangan penanganan masalah yang telah disampaikan warga, termasuk jika penyelesaiannya memerlukan waktu dan proses yang panjang.

“Pemerintah perlu menjelaskan apa yang sudah dikerjakan, apa yang sedang berjalan, dan apa yang masih membutuhkan penyelesaian. Masyarakat juga perlu diberi ruang untuk menyampaikan kritik dan saran. Dari komunikasi seperti inilah, pemerintah dapat memperoleh masukan untuk memperbaiki pelayanan dan menentukan langkah pembangunan berikutnya,” ungkapnya.

Dengan kelanjutan agenda pada 2027, Pemkot Gorontalo diharapkan tidak hanya sekadar menyelenggarakan pertemuan rutin, melainkan juga menghasilkan catatan aspirasi dan tindak lanjut yang terukur dan dapat dipantau hasilnya. Pendataan persoalan warga, koordinasi antar-OPD, pemantauan pelaksanaan, hingga penyampaian hasil kepada publik menjadi bagian penting dari penguatan program ini.

“Dengan begitu, produktivitas silaturahmi diukur bukan dari terlaksananya kegiatan semata, melainkan dari kualitas dialog, kejelasan tindak lanjut, dan perbaikan layanan yang benar-benar dirasakan warga,” pungkas Jeffry.

Artikel Terkait

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *